Pengumpan:
Tulisan
Komentar

موقيع الامام الشافعي

=============

من تـــعلم القرءان عظمت قيمته

ومن تـعلم الفقه نبل مقداره

ومن كتب الحديث قويت حجته

ومن تعلم الحساب جزل رئيه

ومن تعلم العربية رق طبعه

ومن لم يصن نفسه لم ينفعه علمه

وأول تلك العلوم وأسماها منزلة وأشرافها فدرا وأنبلها هدفا

كتاب الله عز وجل

الذي فيه الأيات المحكمات والسور المنزلات

فهو النور وهو الشفاء وهو الحكمة

 

توقيع

محمد بن ادريس الشافعي رحمه الله

*****

MUTIARA NASIHAT IMAM SYAFI’I

==========================

Barang siapa mempelajari Al-Qur’an

Maka akan bertambah nilainya

Barang siapa mempelajari ilmu Fiqih

Maka akan bertambah kecerdasannya

Barang siapa mempelajari ilmu hisab

Maka akan melimpah pemikirannya

Barang siapa mempelajari Bahasa Arab

Maka akan bertambah lembut perangainya

 

Dan barang siapa tidak dapat menahan nafsunya

Maka ilmu tidak bisa memberi manfaat padanya

 

Dan yang paling pertama dari ilmu tersebut

Dan yang paling mulia derajatnya,

paling tinggi kedudukannya,

paling mulia tujuannya:

 

Dia adalah Kitabullah ‘Azza Wa Jalla

Yang padanya terdapat-ayat-ayat yang pasti,

dan surat-surat yang diturunkan

Dia adalah cahaya, dan dia adalah obat

Dan dia adalah hikmah…

 

 

Tertanda,

 

Al Imam Asy-Syafi’i - Rahimahullah

 

  1. 1.      Nabi Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam

Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

  1. 2.      Nabi Sulaiman ‘alaihissalam

Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berkata kepada putranya:

“Tinggalkanlah mira’ (jidal, mendebat karena ragu-ragu dan menentang) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.” [Ad-Darimi: 309, al Baihaqi, Syu’abul Iman: 1897]

  1. 3.      Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa

“Cukuplah engkau sebagai orang zhalim bila engkau selalu mendebat. Dan cukuplah dosamu jika kamu selalu menentang, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu berbicara dengan selain dzikir kepada Allah.” [al-Fakihi dalam Akhbar Makkah]

  1. 4.      Abud Darda radhiyallahu ‘anhu

“Engkau tidak menjadi alim sehingga engkau belajar, dan engkau tidak disebut mengerti ilmu sampai engkau mengamalkannya. Cukuplah dosamu bila kamu selalu mendebat, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu menentang. Cukuplah dustamu bila kamu selalu berbicara bukan dalam dzikir tentang Allah.” [Darimi: 299]

  1. 5.      Muslim Ibn Yasar rahimahullah

“Jauhilah perdebatan, karena ia adalah saat bodohnya seorang alim, di dalamnya setan menginginkan ketergelincirannya.” [Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra; Darimi: 404]

  1. 6.      Hasan Bashri rahimahullah

Ada orang datang kepada Hasan Bashri rahimahullah lalu berkata,

“Wahai Abu Sa’id kemarilah, agar aku bisa mendebatmu dalam agama!”

Maka Hasan Bashri rahimahullah berkata:

“Adapun aku maka aku telah memahami agamaku, jika engkau telah menyesatkan (menyia-nyiakan) agamamu maka carilah.” [Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 588]

  1. 7.      Umar ibn Abdul Aziz rahimahullah

“Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai sasaran untuk perdebatan maka ia akan banyak berpindah-pindah (agama).” [Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 565]

  1. 8.   Abdul Karim al-Jazari rahimahulah

“Seorang yang wira’i(orang yang sangat menjaga diri dari hal-hal yang syubhat dan membatasi diri dari yang mubah) tidak akan pernah mendebat sama sekali.” [Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 636; Baihaqi dalam Syu’ab: 8249]

  1. 9.  Ja’far ibn Muhammad rahimahullah

“Jauhilah oleh kalian pertengkaran dalam agama, karena ia menyibukkan (mengacaukan) hati dan mewariskan kemunafikan.” [Baihaqi dalam Syu’ab: 8249]

  1. 10.  Mu’awwiyah ibn Qurrah rahimahullah

“Dulu dikatakan: pertikaian dalam agama itu melebur amal.” [Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 562]

  1. 11.  al Auza’i rahimahullah

“Jika Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum maka Allah menetapkan jidal pada diri mereka dan menghalangi mereka dari amal.” [Siyar al-A’lam 16/104; Tadzkiratul Huffazh: 3/924; Tarikh Dimsyq: 35/202]

  1. 12.  Imran al-Qashir rahimahullah

“Jauhi oleh kalian perdebatan dan permusuhan, jauhi oleh kalian orang-orang yang mengatakan: Bagaimana menurutmu, bagaimana pendapatmu.” [Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 639]

  1. 13.  Muhammad ibn Ali ibn Husain rahimahullah

“Pertikaian itu menghapuskan agama dan menumbuhkan permusuhan di hati orang-orang.” [al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

  1. 14.  Abdullah ibn Hasan ibn Husain rahimahullah

Dikatakan kepada Abdullah ibn al Hasan ibn al Husain rahimahullah,

“Apa pendapatmu tentang perdebatan (mira’)?”

Dia menjawab:

“Merusak persahabatan yang lama dan mengurai ikatan yang kuat. Minimal ia akan menjadi sarana untuk menang-menangan itu adalah sebab pemutus talit silaturrahim yang paling kuat.” [Tarikh Dimasyq: 27-380]

 

  1. 15.  Bilal ibn Sa’d rahimahullah (kedudukannya di Syam sama dengan Hasan Bashri di Bashrah)

“Jika kamu melihat seseorang terus-terusan menentang dan mendebat maka sempurnalah kerugiannya.” [al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

  1. 16.  Wahab ibnu Munabbih rahimahullah

“Tinggalkanlah jidal dari perkaramu, karena ia tidak akan dapat mengalahkan salah satu dari dua orang: seseorang yang lebih alim darimu, bagaimana engkau memusuhi dan mendebat orang yang lebih alim darimu? Dan seseorang yang engkau lebih alim daripadanya, bagaimana engkau memusuhi orang yang engkau lebih alim daripadanya dan ia tidak mentaatimu? Maka tinggalkanlah itu.” [Tahdzibul Kamal: 31/148; Siyarul A’lam: 4/549; Tarikh Dimasyq: 63/388]

  1. 17.  Malik ibnu Anas rahimahullah

Ma’n rahimahullah berkata:

“Pada suatu hari Imam Malik ibn Anas berangkat ke masjid sambil berpegangan pada tangan saya, lalu beliau dikejar oleh seseorang yang dipanggil dengan Abu al-Juwairah yang dituduh memiliki Aqidah Murji’ah.”

Dia berkata:

‘Wahai Abu Abdillah dengarkanlah dariku sesuatu yang ingin saya kabarkan kepada anda, saya ingin mendebat anda dan memberi tahu anda tentang pendapatku.’

Imam Malik berkata,

‘Hati-hati, jangan sampai aku bersaksi atasmu.’

Dia berkata,

‘Demi Allah, saya tidak menginginkan kecuali kebenaran. Dengarlah, jika memang benar maka ucapkan.’

Imam Malik bertanya,

‘Jika engkau mengalahkan aku?’

Dia menjawab,

‘Maka ikutlah aku!’

Imam Malik bertanya lagi,

‘Kalau aku mengalahkanmu?’

Dia menjawab,

‘Aku mengikutimu?’

Imam Malik bertanya,

‘Jika datang orang ketiga lalu kita ajak bicara dan kita dikalahkannya?’

Dia berkata,

‘Ya kita ikuti dia.’

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Hai Abdullah, Allah azza wa jalla telah mengutus Muhammad dengan satu agama, aku lihat engkau banyak berpindah-pindah (agama), padahal Umar ibnu Abdil Aziz telah berkata, “Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai sasaran untuk perdebatan maka dia akan banyak berpindah-pindah”.”

Imam Malik rahimahullah berkata:

”Jidal dalam agama itu bukan apa-apa (tidak ada nilainya sama sekali).”

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Percekcokan dan perdebatan dalam ilmu itu menghilangkan cahaya ilmu dari hari seorang hamba.”

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya jidal itu mengeraskan hati dan menimbulkan kebencian.”

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki ilmu sunnah, apakah ia boleh berdebat membela sunnah? Dia menjawab,

”Tidak, tetapi cukup memberitahukan tentang sunnah.”

(Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Qadhi Iyadh: 1/51; Siyarul A’lam: 8/106; al-Ajjurri dalam al-Syari’ah, hal.62-65)

  1. 18.  Muhammad ibn Idris as-Syafi’I rahimahullah

“Percekcokan dalam agama itu mengeraskan hati dan menanamkan kedengkian yang sangat.”

[Thobaqat Syafiiyyah 1/7, Siyar, 10/28]

  1. 19.  Ahmad bin Hambal rahimahullah

Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya oleh seseorang,

“Saya ada di sebuah majelis lalu disebutlah didalamnya sunnah yang tidak diketahui kecuali oleh saya, apakah saya mengatakan?”

Dia menjawab:

“Beritakanlah sunnah itu, dan janganlah mendebat karenanya!”

Orang itu mengulangi pertanyaannya, maka Imam Ahmad rahimahullah berkata:

“Aku tidak melihatmu kecuali seorang yang mendebat.”

[al-Adab as-Syar’iyyah: 1/358, dalam bab menyebar sunnah dengan ucapan dan perbuatan tanpa perdebatan dan kekerasan; al-Bashirah fid-Da’wah Ilallah: 57]

  1. 20.  Shafwan ibn Muhammad al-Mazini rahimahullah

Saat Shafwan rahimahullah melihat para pemuda berdebat di Masjid Jami’ maka ia mengibaskan tangannya sambil berkata:

“Kalian adalah jarab(sejenis penyakit kulit), kalian adalah jarab.” [Ibnu Battah: 597]

Dahulu dikatakan:

“Janganlah engkau mendebat orang yang santun dan orang yang bodoh; orang yang santun mengalahkanmu, sedang orang yang bodoh menyakitimu.” [Al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

“Ya Allah jauhkanlah kami dari jidal, dan anugerahkan pada kami istiqomah. Janganlah Engkau simpangkan hati kami setelah engkau memberi hidayah pada kami.”

Aamiin…

Sumber:  مجلة قبلتي رقم الثالث – سنة السادسة

 

Download E-Book Islami

Download E-Book Islami Terjemahan Indonesia dan Arab.

Untuk links ebook di bawah, saya dapatkan dari Ikhwan kita di http://awiib.wordpress.com/ sebagian masih dicari-cari, belum ketemu (belum sempat upload sendiri). Silakan download dengan meng KLIK judulnya.

Berikut ini beberapa Kitab yang bisa di Download:

  1. Al Quran Al Kariim (PDF)
  2. Al Quran Al Kariim (GIF)
  3. Al Quran Al Kariim (Flash)
  4. Al Quran Al Kariim Tajwed (Flash)
  5. Al Quran dan Terjemah (CHM)
  6. Al Quran dan Terjemah (CHM, Copy text arab)
  7. Tafsir Ibnu Katsir Juz 1
  8. Tafsir Ibnu Katsir Juz 2
  9. Tafsir Ibnu Katsir Juz 3
  10. Tafsir Ibnu Katsir Juz 4
  11. Tafsir Ibnu Katsir Juz 5
  12. Tafsir Ibnu Katsir Juz 6
  13. Tafsir Ibnu Katsir Juz 7
  14. Tafsir Ibnu Katsir Juz 8
  15. Tafsir Ibnu Katsir Juz 9
  16. Tafsir Ibnu Katsir Juz 10
  17. Tafsir Ibnu Katsir Juz 11Surat At TaubahSurat Yunus -
  18. Tafsir Ibnu Katsir Juz 12Surat HuudSurat Yusuf -
  19. Tafsir Ibnu Katsir Juz 13
  20. Tafsir Ibnu Katsir Juz  14
  21. Tafsir Ibnu Katsir Juz 15
  22. Tafsir Ibnu Katsir Juz 16Surat Al KahfiSurat MaryamSurat Thoha -
  23. Tafsir Ibnu Katsir Juz 17 – Surat Al AnbiyaaSurat Al Hajj -
  24. Tafsir Ibnu Katsir Juz 18 – Surat Al Mu’minun -
  25. Tafsir Ibnu Katsir Juz 19
  26. Tafsir Ibnu Katsir Juz 20
  27. Tafsir Ibnu Katsir Juz 21
  28. Tafsir Ibnu Katsir Juz 22
  29. Tafsir Ibnu Katsir Juz 23
  30. Tafsir Ibnu Katsir Juz 24
  31. Tafsir Ibnu Katsir Juz 25
  32. Tafsir Ibnu Katsir Juz 26 – Al AhqaafMuhammad  -  Al Faath  -  Al HujuratQaaf -
  33. Tafsir Ibnu Katsir Juz 27 – Adz Dzariyat - Surat Ath ThuurAn NajmAL QomarAr RahmanAl Waqi’ahAl Hadid -
  34. Tafsir Ibnu Katsir Juz 28 – Al MujadilahAl HasyrAl MumtahanahAsh ShafAl JumuahAl MunaafiqunAth Thoghabun Ath ThalaqAt Tahrim
  35. Tafsir Ibnu Katsir Juz 29 – Al MulkAl QolamAL HaqqohAl Ma’arijNuhAl JinAl MuzammilAl MudatstsirAl QiyamahAl InsaanAl Mursalaat
  36. Tafsir Ibnu Katsir Juz 30 – An NabaAn Nazi’atAl ‘AbasaAt TakwirAl MuthoffifinAl BuruujAth ThoriqAl GhasyiyahAl FajrAsy Syams Al AlamnasyrahAt TinAl ‘AlaqAl QodrAl BayyinahAl ZalzalahAl ‘AdiyatAl Qaari’ahAl ‘AshrAl HumazahAl FillAl QuraisyAl Maa’uunAl KautsarAl KafiruunAn NashrAl IkhlashAl Mu’awwidzatain
  37. Tafsir Ibnu Qoyyim 001-400
  38. Tafsir Ibnu Qoyyim 401-773
  39. 20 Kitab Hadits Rujukan (CHM) arab
  40. Rhiyadhus Sholihin (PDF)
  41. Shahih Rhiyadhus Sholihin Jil 1 (DJVU)
  42. Shahih Rhiyadhus Sholihin Jil 2 (DJVU)
  43. Dha’if Rhiyadhus Sholihin (CHM)
  44. Bulughul Marom (CHM)
  45. Bulughul Maram jil 1 (PDF)
  46. Bulughul Maram jil 2 (DJVU)
  47. Ringkasan Shahih Bukhori Jil 1 (PDF)
  48. Ringkasan Shahih Bukhori Jil 2 (PDF)
  49. Ringkasan Shahih Bukhori Jil 3 (PDF)
  50. Ringkasan Shahih Bukhori Jil 4 (PDF)
  51. Ringkasan Shahih Bukhori Jil 5 (PDF)
  52. Ringkasan Shahih Muslim Jil 1 (PDF)
  53. Ringkasan Shahih Muslim Jil 2 (PDF)
  54. Terjemah Shahih Muslim Jil 1 (DJVU)
  55. Terjemah Shahih Muslim Jil 2 (DJVU)
  56. Terjemah Shahih Muslim Jil 3 (DJVU)
  57. Terjemah Shahih Muslim Jil 4 (DJVU)
  58. Terjemah Shahih Muslim Jil 5 (DJVU)
  59. Terjemah Shahih Muslim Jil 6 (DJVU) 
  60. Terjemah Syarah Shahih Muslim Juz 1 (PDF)
  61. Shahih Abu Daud Jil 1 (DJVU)
  62. Shahih Abu Daud Jil 2 (DJVU)
  63. Shahih Abu Daud Jil 3 (DJVU)
  64. Shahih Ibnu Majah Jil 1 (DJVU)
  65. Shahih Ibnu Majah Jil 2 (DJVU)
  66. Shahih Ibnu Majah Jil 3 (DJVU)
  67. Sunan At Tirmidzi Jil 1 (PDF)
  68. Sunan At Tirmidzi Jil 2 (PDF)
  69. Sunan At Tirmidzi Jil 3 (PDF)
  70. Shahih At Targhib wat Tarhib Jil 1
  71. Shahih At Targhib wa Tarhib Jil 2
  72. Shahih At Targhib wa Tarhib Jil 3
  73. Shahih At Targhib wa Tarhib Jil 4
  74. Shahih At Targhib wa Tarhib Jil 5
  75. Shahih At Targhib wa Tarhib Jil 6
  76. Musnad Imam Ahmad Jil 3 (DJVU)
  77. Fathul Bari Jil 1 (PDF)
  78. Fathul Bari Jil 2 (PDF)
  79. Fathul Bari Jil 3 (PDF)
  80. Fathul Bari Jil 4 (DJVU)
  81. Fathul Bari Jil 5 (DJVU)
  82. Fathul Bari Jil 6 (DJVU)
  83. Fathul Bari Jil 7 (DJVU)
  84. Fathul Bari Jil 8 (DJVU)
  85. Shahih Adabul Mufrad (CHM)
  86. Dha’if Adabul Mufrad (PDF)
  87. HAdits Arba’in An Nawawi + Syarah (CHM)
  88. HAdits Arba’in An Nawawi + Syarah 2 (CHM)
  89. HAdits Arba’in An Nawawi (PDF) 
  90. Irwa’ Al Ghalil Jil 1 (DJVU)
  91. Shahih jami’ Ash Shaghir 1 (PDF, 24,144Kb)
  92. Shahih Jami’ Ash Shaghir 1 (PDF, 31,409Kb)
  93. Silsilah Hadits As Shahihah Jil 1 (CHM)
  94. Silsilah Hadits As Shahihah Jil 1 (PDF)
  95. Silsilah Hadits As Shahihah Jil 2 (PDF)
  96. Silsilah Hadits Dha’if dan Maudlu’ 1 (PDF)
  97. Silsilah Hadits Dha’if dan Maudlu’ 2 (PDF)
  98. Ringkasan Silsilah Hadits Dha’if dan Maudlu’ 1 – 4 (CHM)
  99. Himpunan Hadits Qudsi (CHM)
  100. Hadits Palsu dalam 4 Kitab Sunan (PDF)
  101. Tamaamul Minnatu Fii Ta’liiqi ‘Alaa Fiqhus Sunnah 1 (PDF)
  102. Tamaamul Minnatu Fii Ta’liiqi ‘Alaa Fiqhus Sunnah 2 (PDF)

Bagian Kedua

  1. Ashlu Sifat Sholat Nabi 1 – Syaikh Albani (PDF 24 Mb)
  2. Ashlu Sifat Sholat Nabi 2 – Syaikh Albani (PDF 23 Mb)
  3. Ashlu Sifat Sholat Nabi 3 – Syaikh Albani (PDF 15 Mb)
  4. Ashlu Sifat Sholat Nabi 1 – Syaikh Albani (DJVU 6.4 Mb)
  5. Ashlu Sifat Sholat Nabi 2 – Syaikh Albani (DJVU 6.6 Mb)
  6. Ashlu Sifat Sholat Nabi 3 – Syaikh Albani (DJVU 3.9 Mb)
  7. AdaApa Setelah Kematian – Syaikh Utsaimin (PDF 1.3 Mb)
  8. Agar Doa Dikabulkan – Said Ali bin Wahf Al Qohthoni (DJVU 1.2 Mb)
  9. Al Ibanah ‘an Ushul Ad Dinayah – Abu Hasan Al Asy’ari (DJVU 2.5 Mb)
  10. Al Bidayah wan Nihayah (Khulafa’ur Rasyidin) – Ibnu Katsir (PDF 44.9 Mb)
  11. Al-I’tisham – Imam asy-Syatibi (PDF)
  12. Abu Bakar ash Shidiq – M Husain Haekal
  13. Bahaya Mengkor Non Muslim – M bin Ali Adh Dhabi’i (PDF)
  14. Berobat dg Doa & Ruqyah – Said Al Qhohthoni (PDF)
  15. Bidah Dalam Pernikahan – Syaikh bin Baz + Syaikh Utsaimin (PDF)
  16. Cincin Pinangan – Syaikh Albani (PDF)
  17. Dosa-dosa Besar – Imam Adz-Dzahabi (PDF)
  18. Enslikopedia Fatwa Syaikh Albani – Mahmudz bin Ahmad Rasyid (PDF)
  19. Fatwa Kepada Suami Istri – beberapa ulama (PDF)
  20. Fatwa Kepada Suami Istri – beberapa ulama (DJVU)
  21. Fatwa-fatwa Terkini 3 – beberapa ulama (DJVU)
  22. Fiqih Dakwah – Dr Rabi’ Bin Hadi al-Madkhali (PDF)
  23. Haji Nabi – Syaikh Albani (PDF)
  24. Hijab Muslimah Dalam Shalat – Ibnu Taimiyah (PDF)
  25. Hukum Cadar –  Syaikh Albani (PDF)
  26. Hukum Jum-’at – Syaikh Albani (PDF)
  27. Hukum Lagu & Muzik – Syaikh Albani (PD)
  28. Ilmu Waris -  Syaikh Utsaimin (PDF)
  29. Iqtida Sirath Mustaqim – Ibn Taimiyah (PDF)
  30. Janganlah  Mengkafirkan Saudaramu – Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz (PDF)
  31. Jilbab Wanita Muslimah – Syaikh Albani (PDF)
  32. Kaidah Ahlusunnah wal Jama’ah – Ibnu Taimiyah (PDF)
  33. Keabadian Neraka – M bin Ismail Al Amir Ashun’ani (PDF)
  34. Kedudukan Jihad dalam Syari’at Islam – Yazid bin Abdul Qadir Jawas (PDF)
  35. Kumpulan Doa dan Dzikir Nabawi – Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah (PDF)
  36. Kunci Kebahagiaan – Ibnu Qoyyim (PDF)
  37. Larangan Berpakaian Isbal – Walid bin M Nabih Saifun Nasr (PDF)
  38. Madarijus Salikin – Ibnu Qoyyim (PDF)
  39. Manajemen Qolbu – Ibnul Qoyyim (PDF)
  40. Mayit Tidak Mendengar – (PDF)
  41. Menyelamatkan Hati dari Tipu Daya Setan – Ibnul Qayyim (DJVU)
  42. Misteri Ya’juj wa Ma’juj – Abdurrahman bin Nashir As Sa’di (PDF)
  43. Nabi Isa as Vs Dajjal – Syaikh Albani (PDF)
  44. Nashiruddin Al-Albani dalam Kenangan (PDF)
  45. No Smoking – M Jamil Zainu (PDF)
  46. Noktah-noktah Hitam Senandung Setan – Ibnu Qoyyim (PDF)
  47. Panduan Hukum Islam I-IV Ibnul Qoyyim (PDF)
  48. Qadha dan Qadar – Ibnu Qoyyim (PDF)
  49. Qurban – Syaikh Utsaimin (PDF)
  50. Ringkasan Bidayah wa Nihayah (DJVU)
  51. Ringkasan Minhajus Sunnah – Abdurrahman bin Hasan (PDF)
  52. Risalah Bai’at – Ibnu Taimiyah  (PDF)
  53. Risalah Ilmiah Syaikh Albani (PDF)
  54. Sittu Duror – ‘Abdul Malik bin Ahmad Ramdhani (PDF)
  55. Syarah Aqidah Thohawiyah – Syaikh Albani (PDF)
  56. Syarh Aqidah Wasithiyah – Sa’id ‘Ali bin Wahf Al Qohthoni (PDF)
  57. Syarah Arba’in An Nawawi – Syaikh Daqiq al Ied (PDF)
  58. Syarah Qawa’idul Arba – Shalih bin Fauzan al-Fauzan (PDF)
  59. Syarah Qawa’idul Arba – Shalih bin Fauzan al-Fauzan (DJVU)
  60. Syarah Ushulus Sunnah – Walid bin Muhammad Nubaih (DJVU)
  61. Sorotan Total Ulama Salaf – Abdul Aziz bin M. as-Sadhan (PDF)
  62. Tamasya Ke Surga – Ibnu Qoyyim (DJVU)
  63. Terputusnya Wahyu dari Langit (DJVU)
  64. Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah – Nashiruddin Al Albani (PDF)
  65. Tuntunan Lengkap Pernikahan – Ibnu Qoyyim (DJVU)
  66. Umar ibn Khattab – M Husain Haekal (PDF)
  67. Wasiat Ulama-ulama Terdahulu – Salim Ied al-Hilali (DJVU)
  68. Zaadul Maad 1 – Ibnul Qayyim Al-Jauzi (PDF)
  69. Zaadul Maad 2 – Ibnul Qayyim Al-Jauzi (PDF)
  70. Zaadul Maad 3 – Ibnul Qayyim Al-Jauzi (PDF)
  71. Zaadul Maad 4 – Ibnul Qayyim Al-Jauzi (PDF)
  72. Zaadul Maad 5 – Ibnul Qayyim Al-Jauzi (PDF)
  73. Zaadul Maad Lengkap – Ibnul Qayyim Al-Jauzi (PDF)

Bagian Ketiga

SEMOGA MEMBAWA KEMASHLAHATAN BUAT UMAT ..

Aamiin..

BERITA TEROR BOM SOLO/ SURAKARTA, Minggu 25 September 2011, POLISI MASIH OLAH TKP,

Kronologi peristiwa dan Jumlah korban ledakan bom gereja Kepunton Solo (25/09/2011) belum pasti, Polisi masih melakukan Penyelidikan dan olah TKP, namun dipastikan 1 orang dipastikan tewas diduga pelaku bom bunuh diri. kronologis dan nama pelaku bom bunuh diri di gereja solo masih dalam proses identifikasi..

FOTO Pelaku/ FOTO Korban Belum bisa dimuat.

(Sumber berita: BBM, Berita Nasional, denger-denger..)

Peringatan!… Alert!:

SIAPAPUN DAN DARI MANA PUN PELAKUNYA, SEMUA UMMAT HARAP MENAHAN DIRI DAN BERSABAR, KEMBALIKAN PADA YANG BERWENANG UNTUK MENANGANI, JANGAN GEGABAH, JANGAN TERPANCING PROFOKASI DAN ADU DOMBA, TINDAKAN YANG SALAH TIDAK SEDIKIT PUN MEMBAWA KEUNTUNGAN DAN KEBAIKAN.

APAPUN ALASANNYA, TINDAKAN TERSEBUT TIDAK DIBENARKAN DALAM SYARI’AT ISLAM YANG SUCI…..

أَنزَلَ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَداً رَابِياً وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الأَمْثَالَ

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.” (Ar-Ra’du: 17)

Di Antara Pelajaran berharga dari ayat tersebut:

1. Permisalan Kebenaran dan kebatilan adalah laksana air dan buihnya, dan antara logam dan buih logamnya. Maka yang bermanfaat bagi manusia akan menetap dan yang tidak berguna akan lenyap! (Surat Ar-Ra’du: 17)

2. Manusia bagaikan lembah yang dilalui air hujan, mereka ada yang subur dan dpt menyerap banyak air yang kemudian memberi manfaat bagi tanaman , hewan, dan manusia, ada pula yang datar keras dan cadas, Lanjut Baca »

Radio BASS FM (Bahana Assunnah), adalah Radio Muslim pertama di Salatiga. Radio ini berada pada Frekwensi 93.2 Mhz.

Radio ini menyajikan Materi Siaran yang berbeda dari Radio-radio pada umumnya di Salatiga, seperti: Murottal Quran, Kajian Islam, Business Muslim, Agro Bisnis, Konsultasi Dokter, konsultasi pengobatan Herbal, Program Keluarga, dll.

Bagi para pecandu musik dan  pecinta Gosip,  barang kali tidak mendapatkan di radio ini apa yang mereka cari, apa lagi penggila bola..? Hehe..

Ini cuplikan video siaran bersama salah satu Crew BASS FM Salatiga (Pada 20 Januari 2011):

Dan yang Ini cuplikan video siaran bersama salah satu Crew BASS FM Salatiga (Pada Awal Maret 2012):

Mari kita dukung siaran yang bermoral dan mendidik , demi meredam ledakan kerusakan moral dan agama di masyarakat.

Isyarat Akan Adanya Golongan yang Selamat:

Rasulullah  صلی الله عليه وسلم  bersabda:

“Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghina-kan mereka, sehingga datang keputusan Allah.” (HR. Muslim)

“Jika penduduk Syam telah rusak, maka tak ada lagi kebaikan di antara kalian. Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mendapat pertolongan, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka, sehingga datang hari Kiamat.” (HR. Ahmad, hadits shahih)

    Siapa Mereka?

    Golongan Yang Selamat ialah golongan yang setia mengikuti manhaj Rasulullah dalam hidupnya, serta manhaj para sahabat sesudahnya. Yaitu Al-Qur’anul Karim yang diturunkan Allah سبحانه و تعالى  kepada Rasul-Nya, yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih.
    Golongan Yang Selamat akan kembali (merujuk) kepada Kalamullah dan Rasul-Nya tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka, sebagai realisasi dari firman Allah سبحانه و تعالى:

“Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembali-kanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama  dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisaa’: 59)

    Golongan Yang Selamat tidak mendahulukan perkataan seseorang atas Kalamullah dan Rasul-Nya, realisasi dari firman Allah سبحانه و تعالى:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al- Hu-jurat: 1)

    Golongan Yang Selamat senantiasa Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.